Mengenal Objek Wisata Benteng Pendem Ambarawa

Diantara bangunan monumental yang masih berdiri tegak sebagai saksi bisu sejarah perjuangan bangsa indonesia yakni Benteng Fort Willem I atau diketahui juga sebagai Benteng Pendem di Ambarawa. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan baik lokal semarang maupun dari luar semarang.

Pengunjung yang datang dari Jabodetabek biasa menggunakan jasa travel jakarta semarang dan singgh sejenak untuk mengambil foto ataupun membuat konten video.

Benteng Pendem Ambarawa semarang nalatra.com

Menurut sejarah Benteng Pendem pernah berganti ganti fungsi, Awalnya dibuat untuk pernjarar kemudian dimanfaatkan untuk penyimpanan barang sampai akhirnya dijadikan barak militer. Dalam catatan sejara, Benteng ini adalah salah satu sisa dari gedung dan bangunan yang dibuat sekitar tahun 1834.

Bila anda beriwisata ke bentang pandem, jangan lupa untuk menyiapkan uang kecil sebesar Rp 5.000 untuk membeli tiket masuk. Loket ticket  berada di bangunan tempat tinggal kuno di samping kanan jalan sebelum masuk area benteng.

Pengunjung bisa berkeliling-keliling dan melihat kemegahan arsitektur bangunan  ciri khas eropa. Bagian luar gedung secara umum berbentuk atau dibuat dari batu bata merah dengan cat putih yang sudah memudar.

Sebab telah lama difungsikan banyak bagian bangunan ditumbuhi tanaman liar. Tetapi banyak pengunjung beranggapan bahwa hal itu merupakan spot photo yang sangat instagramable. Pengunjung bisa menjepret photo dengan posisi berdiri diantara dua gedung yang dipisah oleh jembatan besi tua di lantai dua.

Bangunan benteng ini terdiri dari 2 lantai, tetapi para wisatawan tidak bisa berkunjung ke lantai duanya. Hal ini karena keadaan lantai dan tangga yang ada disana tidak cukup aman untuk dilalui. Di sini, ruang – ruang yang dulunya digunakan, masihlah ada dengan pagar besi yang didiamkan berkarat termakan umur.

Posisinya ada di dekat Rumah Sakit Umum Wilayah (RSUD) Ambarawa dan ada di Komplek Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa. Jalan masuk jalannya ada di perumahan masyarakat di Jalan Banteng Dalam. Pengunjugn bisa memakai kendaraan roda dua, dan jika memakai kendaraan roda empat harus berhati – hati sebab aksesnya yang terbatas sebab jalan masuknya yang sempit.

Dari arah Kota Semarang pengunjung harus tempuh jarak sepanjang 37 km atau seputar 1 jam untuk ke posisi ini. pengunjung perlu ke arah Kabupaten Semarang, persisnya di Ambarawa dengan melalui Transmart Setiabudi selanjutnya menuju Cimory di Jalan Soekarno-Hatta. Sesudah melalui Polsek Bawen, menuju kiri ke arah Jalan Jenderal M. Sarbini lalu melalui jalan pilihan disamping RSUD Dr. Gunawan di Jalan Benteng Dalam.

Untuk transportasi umum ada bus dan angkutan kota yang bisa bawa pengunjung sampai ke RSUD, tetapi harus berjalan seputar 1 km untuk sampai ke posisi.

Untuk pondokan paling dekat yakni Griya LD Ambarawa sepanjang 1,5 km dari posisi Benteng Pendem. Pondokan ini mempunyai biaya Rp50.000 per malamnya yang ada di Jalan Tegalrejo, depan Pasar Bulu dan belakang Polsek Ambarawa. Pengunjung perlu ke arah Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, sesudah keluar dari Benteng Pendem itu dan ke arah Polsek Ambarawa.

Untuk kulineran, di seputar posisi benteng ada juga bermacam restoran dan warung makan yang dapat dikunjungi. Seperti Mbah Darmo Kafe dan Restoran, Warung Moler atau Karunia Seafood Nafisya. Seputar 1,5 km dari benteng, Pengunjung bisa juga mendapati pusat oleh-olehan ciri khas Bejalen yang populer dengan ikan gabusnya.