5 Jenis Jaringan Permanen Pada Tumbuhan

Jaringan Permanen Pada Tumbuhan – Karena kemampuan untuk membagi tumbuhan memiliki jaringan permanen. Nama lain untuk jaringan permanen adalah jaringan dewasa. Sifat jaringan permanen non (tidak) meristematik, yang berarti bahwa sel jaringan permanen tidak dapat tumbuh dan tidak dapat berkembang lagi. Tetapi hanya struktur tubuh pada tumbuhan dengan fungsi tertentu.

Jaringan permanen adalah hasil diferensiasi dan spesialisasi dalam sel jaringan meristem. Diferensiasi adalah perubahan bentuk tubuh pada tumbuhan yang disesuaikan dengan fungsinya. Spesialisasi adalah spesialisasi sel tumbuhan untuk mendukung fungsi sel tertentu.

Jaringan permanen, seperti jaringan meristem, terdiri dari berbagai jenis jaringan. Kompiler jaringan permanen pada tumbuhan termasuk jaringan epidermis, jaringan pendukung, jaringan parenkim, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Berikut penjelasannya dibawah ini.

Jaringan Permanen

5 Jenis Jaringan Permanen Pada Tumbuhan

1. Jaringan Epidermis

Epidermis berasal dari bahasa Yunani, kata “epi” berarti “diatas” dan kata “derma” berarti “kulit”. Jaringan epidermis pada tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan perlindungan jaringan lainnya, terutama pada jaringan muda, yang memungkinkan perkembangan serta pertumbuhan. Karena itu, jaringan epidermis terletak pada lapisan akar, batang dan daun terluar.

Sifat-sifat jaringan epidermis meliputi:

  • Sel hidup dan diatur dengan rapat
  • Tidak memiliki klorofil
  • Mempunyai bentuk balok.

Jaringan epidermis ini juga bisa melakukan suatu diferensiasi epidermis. Jadi, pada tumbuhan tertentu, jaringan epidermis memiliki stomata, sel kipas, sel gabus, trikoma, duri, sel serpihan, dan velamen. Derivatif ini dapat ditemukan di akar, batang atau daun.

2. Jaringan Parenkim

Sifat-sifat jaringan parenkim meliputi:

  • Ukuran selnya besar dan selnya hiduo
  • Dinding sel tipis
  • Banyak vakuola
  • Sel Berbentuk segi enam
  • Banyak ruang di antara sel
  • Jaringan parenkim dapat membelah oleh jaringan embrionik atau meristematik

3. Jaringan Penyokong

Jaringan ini fungsinya untuk mendukung dan memperkuat bentuk tumbuhan. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi untuk melindungi embrio, melindungi pengangkutan dan memperkuat jaringan parenkim. Jaringan pendukung ini tebal dan kuat. Sel-sel jaringan ini dapat mengalami spesialisasi. Oleh karena itu, jaringan ini disebut jaringan penguat. Jaringan penyokong ini terjadi pada daun, batang dan biji.

Jaringan penyokong ini dibagi menjadi dua jenis jaringan, yakni :

a. Jaringan Kolenkim

Ciri Jaringan kolenkim:

  • Memiliki sel hidup dan bukan berlignin
  • Sel menebal
  • Banyak terjadi pada pertumbuhan organ tumbuhan

Jaringan kolenkim memperkuat dan melindungi fleksibilitas tubuh tumbuhan.

b. Jaringan Sklerenkim.

Kemudian ada dua bentuk jaringan sklerenkim, yaitu:

  • Sel-sel serat panjang, ramping, tipis dan berbentuk bundel.
  • Sementara sclere (sel-sel batu) dalam bentuk tidak teratur, ukurannya lebih pendek dari sel serat, sclereide dalam kulit kacang dan lapisan biji menjadi keras, yang sering ditemukan dalam pulp (jambu biji, pir, kastor, kastor), tempurung kelapa dan buah kenari. ).

4. Jaringan Pengangkut

Jaringan Pengangkut juga disebut sebagai berkas vaskuler atau disebut dengan fasis. Jaringan ini berfungsi untuk mengangkut air dan nutrisi dengan memasukkan bagian tubuh tumbuhan ke bagian lain. Jaringan ini dibagi menjadi dua jenis: xilem dan floem

5. Jaringan Gabus

Jaringan gabus adalah jaringan yang terdiri dari sel parenkim gabus. Jaringan ini memiliki sel gabus mati dan juga kosong. Bentuk memanjang dan dinding gabus. Jaring gabus melindungi jaringan di bawahnya dari kehilangan air.

Sumber dikutip dari : https://rumus.co.id/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *