Belajar Bahasa Jepang itu Menghilangkan Kesempurnaan

Menjadi tiba-tiba sempurna ketika memulai belajar bahasa Jepang bisa menjadi musuh anda. Hal ini karena anda akan menjadi kehilangan kepercayaan diri ketika menemukan sebuah masalah. Parahnya, anda kemungkinan tidak akan pernah bisa berani mempraktekkan lagi bahasa Jepang.

Maka dari itulah, kesalahan saat belajar bahasa Jepang memang wajar adanya;. Bahkan bisa dibilang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran anda. Dengan pola pikir seperti itu, anda akan senantiasa berani mempraktekkan berbicara bahasa Jepang sekalipun masih banyak kekurangan dan kesalahan di sana sini.

Sekali lagi, merasa takut melakukan kesalahan saat belajar bahasa Jepang dapat memperlambat proses belajar bahasa Jepang anda. Bahkan di sebuah sekolah bahasa Jepang online bernama Weihome Gakuen menyarankan setiap muridnya untuk bergumam dalam bahasa Jepang jika masih takut salah.

Meskipun nantinya anda berada di titik merasa malu karena melakukan kesalahan dalam berbicara, tetapi orang Jepang sendiri tidak akan pernah memikirkannya terlalu dalam, apalagi hingga mengejek anda karena bahasa anda yang masih acak-acakan.

Sebaliknya, orang Jepang sendiri merasa bangga dan terkesan setiap ada orang asing yang mampu belajar bahasa Jepang, sedikit apapun kemampuan yang mereka miliki tentunya. Hal ini karena orang Jepang sendiri merasa kesulitan saat belajar bahasa asing.

Maka dari itulah, mereka selalu merasa segan ketika melihat seseorang yang jago berbahasa Jepang, atau berusaha dalam mengejar keinginan untuk bisa bahasa Jepang. Jadi mulai sekarang, hindarilah perasaan takut untuk salah, dan hindari pula keinginan menjadi sempurna dan menjadi perfeksionis di saat yang bersamaan.

Semua orang membutuhkan sebuah proses, begitupun dengan anda. Bahkan jika anda melihat seseorang yang jago berkomunikasi dalam bahasa Jepang, maka anda akan tahu betapa berjuangnya seseorang tersebut sebelum mencapai tahap tersebut. Silahkan tanyakan saja jika anda mendapati seseorang yang jago dalam berbahasa Jepang.

Jika kita hanya melihat hasil tanpa melihat background, maka otomatis akan kesulitan dalam mengikutinya. Bahkan kesempurnaan di awal bisa menjadi musuh anda karena kemungkinan itu hanya factor luck semata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *